Sejarah

SMKN 1 Amuntai pada mulanya berasal dari sebuah SMEA swasta yang didirikan pada tanggal 1 agustus 1959 dibina dan diasuh oleh sebuah yayasan yaitu Dinas pendidikan Hulu Sungai Utara. Sebagai Kepala Sekolah pertama Bapak Drs. Soekra Effendi (Alm) pada tahun 1959 - 1965.

 

Berdasarkan Surat Keputusan dari Departemen Pendidikan republik Indonesia Nasional  tanggal 1 desember 1959, dilaksanakan serah terima SMEA Swasta menjadi Sekolah Negeri dengan SK  Depdiknas No1644/B/3/kej. Yang di pimpin oleh Drs. Soekra Effendi (Alm)

 

Pada tahun 1965- 1990 tampuk kepemimpinan Sekolah di pegang oleh Bapak Drs. Purwanto Hadi (Alm)mutasi dan di gantikan oleh Bapak Hasan Basri. BA terhitung mulai tanggal 1966- 1980

 

Dalam kurun waktu 1980- 1981, SMEA Negeri 1 Amuntai tidak mempunyai Kepala Sekolah, tetapi dipimpin oleh Pelaksana Sementara (PJS)  Tahun 1980-1981 Pjs Rosdiansyah Habib.

 

ü  Pada tahun 1981- 1990 tampuk kepemimpinan Sekolah di pegang oleh Bapak Masrani. B (Alm)

ü  Tahun 1990-1991 Rosdiansyah Habib di angkat menjadi  kepala sekolah SEMEA dalam waktu satu tahun.

ü  Tahun 1991-1995 kepemimpinan sekolah pegang oleh bapak Soeparto. B, Sc

 

Pada tanggal 07 Maret  1997 dengan dasar surat No. 036/O/1997, nama SMEA Negeri 1 Amuntai dirubah namanya menjadi SMKN 1 Amuntai yang pada saat itu di pimpin oleh Drs. Acmad Soefyan. AA dari tahun 1995- 1998.

 

Kemudian terjadi mutasi Kepala Sekolah dimana Drs. Acmad Soefyan. AA karerna  SMKN 1 Amuntai belum mempunyai kepalaSekolah  Drs. H. Soetarno di tunjuk sebagai pejabat sementara sejak tahun 1988- 1999.

 

Pada tahun 1999 Drs. Falak suryadi di angkat menjadi kepala sekolah SMK Negeri Amuntai, dengan  dasar SK Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Kalimantan Selatan  No. 7060/A2/112/KP/1999 pada tanggal 25 oktober 1999.

 

Jumlah Siswa pada tahun 1999 sebanyak 345 orang terdiri dari 3 jurusan yaitu Administrasi Perkantoran, Akuntansi dan Manajemen Bisnis, jumlah guru kurang lebih 26 orang dengan fasilitas yang sangat terbatas. Dari hasil penilaian kegiatan Monitoring dan Evaluasi (ME) dari Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan mendapatkan nilai ”C” untuk ukuran waktu 4 tahun berturut-turut sehingga pada

 

tahun 1999 SMKN 1 Amuntai mendapat pembinaan manajemen dari PPPG Sawangan dan PPPPTK VEDC Malang untuk meningkatkan kinerja sekolah.

 

Sekolah mulai melakukan pembenahan dengan membuat komitmen pengembangan sekolah dengan bertekad ”Sekolah di daerahpun bisa berprestasi”.

 

Mengingat bahwa informasi selalu datang terlambat, maka manjemen sekolah mengarahkan bagaimana agar informasi tidak terlambat, maka dibuatkan koneksi jaringan internet dengan menggunakan provider wasantara melalui jasa PT. Pos Indonesia.

 

SMKN 1 Amuntai membuat Rencana strategi (Renstra) Pengembangan sekolah dengan menyelaraskan dengan Renstra Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan, Renstra Depdiknas dan Renstra Pemerintahan Kabupaten, sehingga dalam perjalanannya selalu berkaitan, tepat waktu dan tepat materi.

 

Manajemen sekolah melalui konsolidasi dengan komite sekolah, pemerintah baik pusat maupun daerah serta dunia usaha, sehingga dicapai beberapa komitmen dari stakeholders untuk ikut berpartisipasi dalam upaya peningkatan mutu pendidikan kejuruan di Kabupaten Hulu Sungai Utara khususnya SMKN 1 Amuntai.

 

Dengan menggunakan internet sebagai gerbang informasi SMKN 1 Amuntai bergerak menjemput semua bantuan yang ada di Direktorat pendidikan Menengah Kejuruan yang pemberiaanya dilakukan secara kompetitif, sehingga hampir setiap tahun sekolah mendapat bantuan pengembangan sekolah melalui dana APBN.

 

Dengan dukungan komite yang sangat kuat serta bantuan pemerintah pusat, SMKN 1 Amuntai membenahi dan melengkapi semua fasilitas, menambah program keahlian, menambah bangunan yang diperlukan secara bertahap dan

 

pengembangan SDM melalui PPPG Baik Sawangan, Cianjunr, Malang maupun Medan.

 

Jumlah siswa tahun 2010 mencapai 723 orang dengan 5 program keahlian     yaitu:

 

 Akuntansi, Administrasi Perkantoran, Pemasaran, Multimedia, dan TKJ dan sesuai dengan tuntutan dunia kerja.

 

Saat ini meskipun sebagai SMK belum bertaraf Internasional SMKN 1 Amuntai tetatap mempuyai fisi dan misi untuk menyongsong masa depan yang lebih baik sehingga diharapkan bisa memproleh predikat ISO dengan hasil yang maksimal.

Pada tahuin ajaran baru ini akan dibuka program keahlian baru yakni Farmasi, diharapkan dengan adanya program  keahlian baru ini SMK Negeri 1 Amuntai bisa lebih maju 

SMKN 1 Amuntai pada mulanya berasal dari sebuah SMEA swasta yang didirikan pada tanggal 1 agustus 1959 dibina dan diasuh oleh sebuah yayasan yaitu Dinas pendidikan Hulu Sungai Utara. Sebagai Kepala Sekolah pertama Bapak Drs. Soekra Effendi (Alm) pada tahun 1959 - 1965.

 

Berdasarkan Surat Keputusan dari Departemen Pendidikan republik Indonesia Nasional  tanggal 1 desember 1959, dilaksanakan serah terima SMEA Swasta menjadi Sekolah Negeri dengan SK  Depdiknas No1644/B/3/kej. Yang di pimpin oleh Drs. Soekra Effendi (Alm)

 

Pada tahun 1965- 1990 tampuk kepemimpinan Sekolah di pegang oleh Bapak Drs. Purwanto Hadi (Alm)mutasi dan di gantikan oleh Bapak Hasan Basri. BA terhitung mulai tanggal 1966- 1980

 

Dalam kurun waktu 1980- 1981, SMEA Negeri 1 Amuntai tidak mempunyai Kepala Sekolah, tetapi dipimpin oleh Pelaksana Sementara (PJS)  Tahun 1980-1981 Pjs Rosdiansyah Habib.

 

ü  Pada tahun 1981- 1990 tampuk kepemimpinan Sekolah di pegang oleh Bapak Masrani. B (Alm)

ü  Tahun 1990-1991 Rosdiansyah Habib di angkat menjadi  kepala sekolah SEMEA dalam waktu satu tahun.

ü  Tahun 1991-1995 kepemimpinan sekolah pegang oleh bapak Soeparto. B, Sc

 

Pada tanggal 07 Maret  1997 dengan dasar surat No. 036/O/1997, nama SMEA Negeri 1 Amuntai dirubah namanya menjadi SMKN 1 Amuntai yang pada saat itu di pimpin oleh Drs. Acmad Soefyan. AA dari tahun 1995- 1998.

 

Kemudian terjadi mutasi Kepala Sekolah dimana Drs. Acmad Soefyan. AA karerna  SMKN 1 Amuntai belum mempunyai kepalaSekolah  Drs. H. Soetarno di tunjuk sebagai pejabat sementara sejak tahun 1988- 1999.

 

Pada tahun 1999 Drs. Falak suryadi di angkat menjadi kepala sekolah SMK Negeri Amuntai, dengan  dasar SK Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Kalimantan Selatan  No. 7060/A2/112/KP/1999 pada tanggal 25 oktober 1999.

 

Jumlah Siswa pada tahun 1999 sebanyak 345 orang terdiri dari 3 jurusan yaitu Administrasi Perkantoran, Akuntansi dan Manajemen Bisnis, jumlah guru kurang lebih 26 orang dengan fasilitas yang sangat terbatas. Dari hasil penilaian kegiatan Monitoring dan Evaluasi (ME) dari Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan mendapatkan nilai ”C” untuk ukuran waktu 4 tahun berturut-turut sehingga pada

 

tahun 1999 SMKN 1 Amuntai mendapat pembinaan manajemen dari PPPG Sawangan dan PPPPTK VEDC Malang untuk meningkatkan kinerja sekolah.

 

Sekolah mulai melakukan pembenahan dengan membuat komitmen pengembangan sekolah dengan bertekad ”Sekolah di daerahpun bisa berprestasi”.

 

Mengingat bahwa informasi selalu datang terlambat, maka manjemen sekolah mengarahkan bagaimana agar informasi tidak terlambat, maka dibuatkan koneksi jaringan internet dengan menggunakan provider wasantara melalui jasa PT. Pos Indonesia.

 

SMKN 1 Amuntai membuat Rencana strategi (Renstra) Pengembangan sekolah dengan menyelaraskan dengan Renstra Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan, Renstra Depdiknas dan Renstra Pemerintahan Kabupaten, sehingga dalam perjalanannya selalu berkaitan, tepat waktu dan tepat materi.

 

Manajemen sekolah melalui konsolidasi dengan komite sekolah, pemerintah baik pusat maupun daerah serta dunia usaha, sehingga dicapai beberapa komitmen dari stakeholders untuk ikut berpartisipasi dalam upaya peningkatan mutu pendidikan kejuruan di Kabupaten Hulu Sungai Utara khususnya SMKN 1 Amuntai.

 

Dengan menggunakan internet sebagai gerbang informasi SMKN 1 Amuntai bergerak menjemput semua bantuan yang ada di Direktorat pendidikan Menengah Kejuruan yang pemberiaanya dilakukan secara kompetitif, sehingga hampir setiap tahun sekolah mendapat bantuan pengembangan sekolah melalui dana APBN.

 

Dengan dukungan komite yang sangat kuat serta bantuan pemerintah pusat, SMKN 1 Amuntai membenahi dan melengkapi semua fasilitas, menambah program keahlian, menambah bangunan yang diperlukan secara bertahap dan

 

pengembangan SDM melalui PPPG Baik Sawangan, Cianjunr, Malang maupun Medan.

 

Jumlah siswa tahun 2010 mencapai 723 orang dengan 5 program keahlian     yaitu:

 

 Akuntansi, Administrasi Perkantoran, Pemasaran, Multimedia, dan TKJ dan sesuai dengan tuntutan dunia kerja.

 

Saat ini meskipun sebagai SMK belum bertaraf Internasional SMKN 1 Amuntai tetatap mempuyai fisi dan misi untuk menyongsong masa depan yang lebih baik sehingga diharapkan bisa memproleh predikat ISO dengan hasil yang maksimal.

Pada tahuin ajaran baru ini akan dibuka program keahlian baru yakni Farmasi, diharapkan dengan adanya program  keahlian baru ini SMK Negeri 1 Amuntai bisa lebih maju